This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 22 Juli 2010

HANYA UNTUK ORANG YANG MAU HIDUP SEHAT



1. BOTOL PLASTIK
Mungkin sebagian dari kita mempunyai kebiasaan memakai dan memakai ulang botol plastik (Aqua, VIT etc) dan menaruhnya di mobil atau dikantor. Kebiasaan ini tidak baik, karena bahan plastik botol
(disebut juga sebagai polyethylene terephthalate or PET) yang dipakai di botol2 ini mengandung zat2 karsinogen (atau DEHA). Botol ini aman untuk dipakai 1-2 kali saja,jika anda ingin memakainya lebih lama, tidak boleh lebih dari seminggu, dan harus ditaruh di tempat yang jauh dari matahari.
Kebiasaan mencuci ulang dapat membuat lapisan plastik rusak dan zat karsinogen itu bisa masuk ke air yang kita minum. Lebih baik membeli botol air yang memang untuk dipakai ber-ulang2, jangan memakai botol plastik.

2. PENGGEMAR SATE
Kalau Anda makan sate, jangan lupa makan timun setelahnya. Karena ketika kita makan sate sebetulnya ikut juga karbon dari hasil pembakaran arang yang dapat menyebabkan kanker. Untuk itu kita punya obatnya yaitu timun yang disarankan untuk dimakan setelah makan sate. Karena sate mempunyai zat Karsinogen (penyebab kanker) tetapi timun ternyata punya anti Karsinogen. Jadi jangan lupa makan timun setelah makan sate.

3. UDANG DAN VITAMIN C
Jangan makan udang setelah Anda makan Vitamin C. Karena ini akan menyebabkan keracunan dari racun Arsenik (As) yang merupakan proses reaksi dari Udang dan Vitamin C di dalam tubuh dan berakibat
KERACUNAN YANG FATAL dalam hitungan jam.

4. MIE INSTAN
Para penggemar Mi Instan, pastikan Anda punya selang waktu paling tidak 3 tiga hari setelah Anda mengkonsumsi Mi Instan, jika Anda akan mengkonsumsinya lagi. Dari Informasi kedokteran, ternyata terdapat lilin yang melapisi mi instan. Itu sebabnya mengapa Mi Instan tidak lengket satu sama lainnya ketika dimasak. Konsumsi Mie Instan setiap hari akan meningkatkan kemungkinan seseorang terjangkiti kanker. Seseorang, karena begitu sibuknya dalam berkarir sehingga tidak punya waktu lagi untuk memasak, sehingga diputuskannya untuk mengkonsumsi Mi Instan setiap hari. Akhirnya dia menderita kanker. Dokternya mengatakan bahwa hal ini disebabkan karena adanya lilin dalam Mi
Instan tersebut. Dokter tersebut mengatakan bahwa tubuh kita memerlukan waktu lebih dari 2 (dua)hari untuk membersihkan lilin tersebut.
NOTE : solusinya setelah merebus mie, tiriskan dan ganti dengan air panas yang lain :))

5. BAHAYA DIBALIK KEMASAN MAKANAN
Kemasan makanan merupakan bagian dari makanan yang sehari-hari kita konsumsi. Bagi sebagian besar orang, kemasan makanan hanya sekadar bungkus makanan dan cenderung dianggap sebagai "pelindung" makanan. Sebetulnya tidak tepat begitu, tergantung jenis bahan kemasan. Sebaiknya mulai sekarang Anda cermat memilik kemasan makanan. Kemasan pada makanan mempunyai fungsi kesehatan, pengawetan, kemudahan, penyeragaman, promosi dan informasi. Ada begitu banyak bahan yang digunakan sebagai pengemas primer pada makanan, yaitu kemasan yang bersentuhan langsung dengan makanan. Tetapi tidak semua bahan ini aman bagi makanan yang dikemasnya. Inilah ranking teratas bahan kemasan makanan yang perlu Anda waspadai.
A. Kertas.
Beberapa kertas kemasan dan non-kemasan (kertas koran dan majalah) yang sering digunakan untuk membungkus makanan, terdeteksi mengandung timbal (Pb) melebihi batas yang ditentukan. Di dalam tubuh manusia, timbal masuk melalui saluran pernapasan atau pencernaan menuju sistem peredaran darah dan kemudian menyebar ke berbagai jaringan lain seperti ginjal, hati, otak, saraf dan tulang. Keracunan timbal pada orang dewasa ditandai dengan gejala 3 P, yaitu pallor (pucat), pain
(sakit)& paralysis (kelumpuhan). Keracunan yang terjadipun bisa bersifat kronis dan akut. Untuk terhindar dari makanan yang terkontaminasi logam berat timbal, memang susah-susah gampang. Banyak
makanan jajanan seperti pisang goreng, tahu goreng dan tempe goreng yang dibungkus dengan koran karena pengetahuan yang kurang dari si penjual.Padahal bahan yang panas dan berlemak mempermudah berpindahnya timbal makanan tsb. Sebagai usaha pencegahan, taruhlah makanan jajanan tersebut di atas piring.


B.Styrofoam
Bahan pengemas styrofoam atau polystyrene telah menjadi salah satu pilihan yang paling populer dalam bisnis pangan. Tetapi, riset terkini membuktikan bahwa styrofoam diragukan keamanannya.
Styrofoam yang dibuat dari kopolimer styren ini menjadi pilihan bisnis pangan karena mampu mencegah kebocoran dan tetap mempertahankan bentuknya saat dipegang. Selain itu, bahan tersebut juga mampu
mempertahankan panas dan dingin tetapi tetap nyaman dipegang, mempertahankan kesegaran dan keutuhan bahan yang dikemas, biaya murah, lebih aman, serta ringan. Pada Juli 2001, Divisi Keamanan Pangan
Pemerintah Jepang mengungkapkan bahwa residu styrofoam dalam makanan sangat berbahaya. Residu itu dapat menyebabkan endocrine disrupter (EDC), yaitu suatu penyakit yang terjadi akibat adanya gangguan pada sistem endokrinologi dan reproduksi manusia akibat bahan kimia karsinogen dalam makanan.

ENAM ADAB DAN TATA CARA BERPUASA

Para ulama telah menegaskan tentang enam perkara mengenai adab dan tata tertib berpuasa yang sangat penting dilakukan oleh setiap orang yang sedang berpuasa. Enam perkara tersebut adalah :

1. Hendaklah menjaga pandangan mata dari melihat segala sesuatu yang dilarang dilihat. Bahkan ada yang berpendapat, sebaiknya jangan melihat istri sendiri dengan pandangan syahwat. Jika dengan istri saja sudah demikian, bagaimana lagi dengan wanita-wanita lain yang bukan mahramnya? Demikian pula, jangan melihat hal-hal melalaikan dan melakukan perbuatan maksiat lainnya. Rasulullah saw. Bersabda. “Pandangan mata adalah bagaikan salah satu anak panah dari panah-panah syaitan. Barangsiapa yang takut kepada Allah, maka jauhilah dar melihat maksiat. Maka Allah akan mengaruniakan kepadanya cahaya keimanan yang manisnya dan kegairahannya akan terasa dalam hati.”

Para ulama telah menafsirkan kata yang ‘bukan pada tempatnya’ diatas sebagai segala sesuatu yang terlihat, kemudian dengan pandangan itu sesuatu tersebut dapat masuk ke dalam hati sanubari seseorang sehingga memalingkan ketawajjuhan/perhatiannya dari mengingat Allah swt

2. Menjaga lidah dari berdusta, bicara sia-sia, mengumpat, membicarakan keburukan orang lain, bicara kotor, berdebat, bertengkar, dan sebagainya, termasuk menjaga lisan dari hal-hal tersebut. Dalam kitab Shahih Bukhari terdapat satu riwayat yang menyatakan bahwa puasa adalah sebagai perisai bagi orang yang berpuasa. Oleh karena itu orang-orang yang berpuasa hendaklah menjauhi segala percakapan buruk seperti berbicra sia-sia, bergurau, bertengkar, dan sebagainya. Apabila ada orang lain yang mengajak bertengkar, katakanlah kepadanya bahwa kita sedang berpuasa. Jika ia masih tetap belum memahaminya juga, hendaknya kita sadarkan diri kita sendiri dalam hati bahwa kita sedang berpuasa, dan kita tidak pantas melayaninya bertengkar. Dan lebih khusus lagi adalah hendaknya benar-benar menjauhi pembicaraan ghibah dan berbohong. Karena sebagian ulama secara langsung menyatakan bhwa keduanya dapat membatalkan puasa.

3. Menjaga pendengaran dari mendengar hal-hal yang dimakruhkan. Mendengar hal-hal yang tidak diperbolehkan oleh agama sama kedudukannya seperti membicarakan hal yang tidak diperbolehkan oleh agama. Rasulullah saw. Bersabda,”Ghibah, yang membicarakan dan yang mendengarkan keduanya sama-sama berdosa.”

4. Menjaga anggota badan lainnya dari perbuatan dosa dan hal-hal yang diharamkan oleh agama. Misalnya, tangan jangan menyentuh atau memegang benda-benda yang tidak diperbolehkan untuk disentuh, kaki jangan berjalan ke tempat yang tidak diperbolehkan oleh agama, dan anggota badan lainnya hendaknya dijaga benar-benar dari perbuatan dosa. Begitu juga dengan perut, hendaknya berhati-hati agar ketika berbuka (ifhtar), tidak memakan makanan yang dihasilkan dari yang haram atau diragukan kehalalannya. Orang yang berbuka puasa, kemudian ketika berbuka puasa memakan makanan yang haram atau dari hasil yang haram, adalah seperti orang yang sakit kemudian meminum obat, tetapi ia mencampurkan obat tersebut dengan sedikit racun. Meskipun obat tersebut akan menyembuhkannya dari sakit, tetapi dengan adanya racun, akan membinasakannya.

5. Ketika berbuka puasa (ifhtar) walaupun makanan tersebut halal, tetapi janganlah makan dengan sekenyang-kenyangnya. Karena apabila perbuatan tersebut dilakukan, maksud dari puasa kita yang sebenarnya tidak akan tercapai. Tujuan puasa ialah untuk mengurangi nafsu syahwat dan nafsu kebinatangan kita, menguatkan nurani,dan memperkuat ruhaniah kita. Selama sebelas bulan, kita makan dan minum dengan sebebas-bebasnya, maka tidak ada masalah jika pada bulan Ramadhan kita sedikit mengenpiskan perut kita dengan makan sesedikit mungkin.

Tetapi yang terjadi dan yang menjadi kebiasaan buruk kita sekarang ini adalah pada waktu berbuka, kita mengisi perut kita sebanyak-banyaknya untuk mengganti makanan yang tidak kita makan pada siang harinya. Dan ketika sahur, kita makan sebanyak mungkin sebagai persiapan menghadapi siang harinya. Bahkan begitu banyaknya kita makan pada bulan Ramadhan sehingga lebih banyak daripada di luar bulan Ramadhan atau diluar waktu berpuasa. Dan berbagai jenis makanan yang biasanya tidak pernah dimakan pada waktu-waktu yang lain, justru kita adakan pada bulan Ramadhan. Makan seperti ini sebenarnya bertentangan dengan semangat Ramadhan.

6. Kemudian, bagi orang-orang yang berpuasa, setiap selesai menjalani puasa hendaklah selalu merasa takut dan khawatir apakah puasanya diterima atau tidak. Seperti inilah hendaknya yang dilakukan dalam semua bentuk ibadah. Setiap menyelesaikan suatu ibadah hendaknya senantiasa merasa cemas dan khawatir apakah ibadahnya diterima atau tidak. Jangan langsung dilepas begitu saja. Mungkin seseorang tidak menyadari bahwa dalam ibadahnya tersebut ada bagian-bagian penting yang tertinggal tanpa dia sadari.

NOTE : Kita berniat menunaikan ibadah puasa semata-mata untuk menyenangkan Allah, bukan untuk perkara yang lain. Siapa yang ketika hidup didunia selalu menyenangkan Allah maka diakhirat Allah akan selalu menjadikan dia dalam kesenangan, yaitu didalam surga. Kita senangkan Allah didunia dengan kemampuan kita yang terbatas , maka nanti diakhirat Allah akan balas segala yang kita buat didunia dengan tanpa batas………………..
Taken from : Fadhail Ramadhan - Maulana Zakariyya Rah.a. – As Shaff

TERMASUK GOLONGAN MANAKAH ANDA ?



Alim ulama menulis bahwa dari sudut perilaku yang berhubungan dengan kematian, manusia terbagi dalam empat bagian :
1. Mereka yang terlalu sibuk dengan dunia. Pembicaraan mengenai matipun, mereka tidak menyukainya, karena cemas jika kelezatan dunia akan hilang dari mereka. Orang demikian, sekali-kali saja mengingat maut. Jika ingat pun, mereka akan mengingatkannya dengan keburukannya. Karena kematian itu akan menyebabkan mereka kehilangan dunia serta kelezatannya. Perasaan ini menyebabkan mereka bersedih dan berduka cita.
2. Mereka yang ingin menuju Allah, tetapi masih dalam permulaan. Dengan mendengar tentang kematian, ia pun takut kepada Allah dan bertaubat dengan sungguh-sungguh. Orang yang demikian itu takut mati, bukan karena akan kehilangan dunia, namun karena taubatnya masih belum sempurna. Dia tidak sanggup mati pada saat itu, sebab ia ingin mengislah (memperbaiki) dirinya dahulu. Dia cemas, risau, bimbang mengenai pengislahan dirinya. Orang demikian, tidak termasuk orang-orang yang tidak suka menumpai Allah, maka Alah juga tidak suka menemuinya. Dia bukan tidak suka menemuiNya, tetapi tetapi takut atas kekurangan dan kelemahan dirinya. Orang yang demikian seperti orang yang ingin membuat persiapan sebelum menemui kekasihnya agar kekasihnya senang. Tetapi, ia harus sibuk dalam mempersiapkannya. Dia tidak boleh terlibat dalam kesibukan lainnya. Jika tidak demikian, maka ia sama seperti golongan pertama tadi, yaitu tenggelam dalam keduniaan.
3. Orang wara yang mengenal Allah. Taubatnya belum sempurna. Kematian adalah yang mereka inginkan, dan selalu bercita-cita untuk mendapatkannya. Sebab, tiada masa yang lebih baik bagi seseorang yang mencintai, daripada masa ketika menemui yang dicintainya. Waktu kematian adalah waktu pertemuan. Pecinta yang hakiki tidak lalai sekalipun dalam pertemuan dengan kekasihnya. Merekalah yang bercita-cita agar kematian itu datang segera. Mereka selalu menunggu kematian tanpa sabar. Karena mereka ingin melepaskan diri dari dunia sebagai tempat maksiat. Sebuah riwayat menyatakan, bahwa ketika Hudzaifah ra. Hamper wafat, ia berkata, “Akhirnya kekasih (maut) yang dinanti-nanti itu tiba, ketika aku berhajat kepadanya. Siapa yang menyesal, dia tidak Berjaya. Ya Allah! Engkaulah yang Maha Mengetahui bahwa aku selalu lebih menyukai kemiskinan daripada kekayaan. Aku lebih menyukai sakit daripada sehat. Dan aku lebih menyukai kematian daripada hidup. Karuniakanlah kepadaku maut yang segera, agar aku dapat menemui-Mu!”
4. Derajat yang tertinggi adalah mereka yang tiada keinginan apapun kecuali ridha Allah swt., Mereka tidak memiliki cita-cita untuk mati atau hidup. Ketika cinta mereka memuncak kepada Allah swt., mereka sampai ke derajat ridha dan taslim (penyerahan diri)
Aisyah r.ha pernah bertanya, “Ya Rasulullah ! Dapatkah sesorang tergolong syahid tanpa mengorbankan nyawanya di jalan Allah?” jawab Rasulullah saw., “Ya. Orang yang mengingat maut sebanyak dua puluh kali sehari semalam, ia terhitung mati syahid.” (Mudzakarah Maut – As Shaff)

Rabu, 14 Juli 2010

Nasehat Ulama Yang Bikin Hati Sejuk

Allah menciptakan segala sesuatu dengan sifat-sifat, dan sifat-sifat ini adalah milik Allah. Air mempunyai sifat menenggelamkan, sifat menenggelamkan ini adalah Allah yang kasih. Sifat panas pada Api, inipun panasnya api atas izin dari Allah Ta’ala. Seluruh sifat-sifat yang ada pada mahluk Allah ini dapat berubah ubah tergantung pada keinginan Allah Ta’ala. Contoh, Api yang panas dapat menjadi menyejukkan dan menyelamatkan bagi Ibrahim AS. Atas perintah Allah api yang mempunyai sifat membakar menjadi menyejukkan dan menyelamatkan bagi Ibrahim AS. Air yang mempunyai sifat menenggelamkan dapat menjadi keras seperti dinding yang dilewati oleh Bani Israil dan Nabi Musa AS. Jadi semuanya ini dapat berubah-ubah tergantung keinginan dari Allah Ta’ala.

Begitu juga Matahari terbit dan terbenam atas aturan Allah Ta’ala. Semua planet yang ada berputar tidak saling berbenturan ini karena yang mimpin adalah Allah Ta’ala, semuanya bergerak atas komando Allah Ta’ala sendiri. Planet-planet dan bintang-bintang yang jumlahnya milyaran bergerak tidak berbenturan padahal tidak ada rel yang mengatur peredaran. Kalau kereta bergerak tidak diatas rel pasti akan terjadi tabrakan. Tapi lihat bintang-bintang, planet-planet, matahari semuanya bergerak tanpa ada relnya. Ini karena semuanya Allah yang pimpin, dan semuanya dibawah komandonya Allah Ta’ala. Coba kalau matahari telat datangnya, atau kalau planet-planet bergerak asal-asalan sesukanya pasti akan berantakan saling tabrakan. Tapi ini semua tidak terjadi karena yang mengaturnya adalah Allah Ta’ala. Tidak ada yang bergerak sendiri-sendiri, semuanya bergerak menurut tertib yang Allah kasih. Allah tidak pernah tidur atau mengantuk dalam pemeliharaannya, dan Allah tidak pernah letih dalam menjaganya. Semuanya dalam 24 jam dibawah pengawasan Allah Ta’ala. Jadi semua yang kita lihat ini dibaliknya ada kekuasaan Allah Ta’ala dan ada aturan Allah Ta’ala. La Illaha Illallah.

Bagaimana Jantung berdetak dalam diri kita, tanpa perlu kita repot-repot ngatur detaknya. Kita tidak perlu pusing mikirin darah yang harus keluar masuk dari jantung sebanyak 12 liter darah per menit, 2200 galon per hari. Ini semua siapa yang ngatur darah keluar masuk, kita tidak bisa merintah jantung tetapi jantung tetap aja bergerak sendiri, dan jumlah darah yang keluar masukpun tidak pernah meleset. Kalau Allah kasih kita urus detak jantung dan ngurusin darah yang keluar masuk mungkin waktu kita habis ngurusin jantung. Jadi Jantung ini berdetak dibawah komando Allah, Allah yang ngatur, dan Allah yang pimpin jantung tersebut. Sekarang berapa milyar Jantung yang Allah atur saat ini. Kalau jantung Allah putuskan untuk berhenti maka tidak ada yang bisa mencegahnya. Semuanya Allah yang pimpin dan semuanya berjalan atas aturan dari Allah Ta’ala. La Illaha Illallah.

Bagaimana dengan Nafas yang keluar masuk ke dalam paru-paru kita, tanpa perlu kita atur-atur. Coba kalau Allah serahkan urusan nafas pada kita, mungkin pas tidur bisa bisa kita kelupaan mengurus nafas kita. Kalau Allah sudah perintahkan paru-paru ini untuk berhenti maka mau kita pompa pake tabung gas pun paru-paru tetap aja tidak akan bergerak lagi.

Bagaimana air masuk ke badan atas aturan dari Allah Ta’ala, kita tidak perlu repot-repot mikirin air harus pergi kesini atau kesana didalam badan. Coba kalau air masuk ke lobang paru-paru, apa jadinya. Jadi mengalirnya air dibadan kita ini atas aturan Allah Ta’ala. Allah yang mimpin dan Allah pulalah yang mengatur. Jadi kita semua ini sangat bergantung kepada Allah Ta’ala. La Illaha Illallah.

Hanya ada satu yang mampu memberikan segala sesuatu yang kita perlukan, yaitu hanya Allah Ta’ala yang mampu lakukan. Allah Ta’ala kasih air, makanan, pakaian, kendaraan, semuanya dari mana asalnya. Manusia hanya bisa merubah-rubah atau mengolah saja tetapi tidak ada yang bisa menciptakan sebagaimana Allah Ta’ala telah ciptakan daun dan tidak ada satu manusiapun yang mampu.

Allah telah ciptakan tanah dan dari tanah yang sama keluar berbagai macam tumbuhan, buah-buahan, makanan dan lain lain, tidak ada habis-habisnya. Semuanya Allah yang mengeluarkan dari tanah dan Allah tidak pernah kekurangan dan tidak pernah kehabisan. Tidak ada dalam kamus Allah yang namanya kekurangan stock. Dari tanah yang sama bisa mengeluarkan padi, jagung, buah, dan lain-lain. Kita tinggal menanam selebihnya Allah yang melakukan, yang mendatangkan panas yang cukup, hujan yang cukup, kesuburan tanah. Ini semuanya hanya Allah yang mengerjakan dan hanya Allah yang mampu. Kita tinggal nunggu dan memodifikasi sedikit, seperti dari serat bambu menjadi kertas, dari karet menjadi ban, dan lain-lain. Tetapi pada dasarnya semuanya dari Allah. Coba kalau manusia disuruh buat karet, kapas, gandum, mana bisa. La Illaha Illallah.

Sekarang yang kita perlu belajar adalah yakin yang betul tidak cukup dengan hanya tau saja. Apa yang perlu kita yakini ? yang perlu kita yakini adalah Hanya Allah yang bisa selain Allah tidak bisa apa-apa. Semua orang pingin bahagia, pingin merasa cukup, tidak ada yang mau susah. Ini semua hanya Allah yang tau persis caranya, selain Allah tidak ada yang tau bagaimana caranya.

Dalam Hadits Qudsi Allah berfirman Mahfum :

“Wahai hamba-hambaku Aku punya Kehendak kalian punya keinginan. Jika kalian penuhi KehendakKu maka Aku akan penuhi Keinginanmu. Jika kalian tidak penuhi KehendakKu maka aku akan persulit dirimu mencapai keinginanmu. Tetapi percayalah hanya KehendakKu yang akan terjadi.”

Kalau kita mau ikuti kehendak Allah nanti Allah akan bantu kita dan penuhi keinginan kita. Semua keadaan nanti akan Allah buat untuk memenuhi keinginan kita. Kita harus percaya dan yakin kalau Allah bisa buat apa saja. Jangan terlalu percaya pada akal, apa yang diakal belum tentu bener. Kini karena akal, kehebatan Allah jadi hilang. Kini mana ada orang yang percaya ada orang lahir tanpa ibu dan bapak, tapi Allah telah ciptakan Adam AS tanpa ibu dan bapak. Kini tak ada yang akan percaya kalau laki-laki bisa melahirkan perempuan, padahal Allah telah lahirkan Hawa AS dari Adam AS. Begitu juga tentang anak lahir tanpa bapak, seperti Isa AS. Jadi pertama kita perlu yakini dulu kalau Allah kuasa dan hanya Allah yang bisa selain Allah tidak bisa apa-apa. Jangan sampai salah bergantung dan jangan sampai tertipu. Semuanya tidak ada yang memberikan apa yang kita perlukan, yang bisa hanya Allah.

Kunci kesuksesan itu hanya ada pada Allah Ta’ala, jadi kini yang perlu kita lakukan adalah buat sambungan yang benar dengan Allah Ta’ala. Kalau kita ada hubungan baik dan sambungan yang benar dengan Allah Ta’ala maka semuanya akan beres, tidak ada masalah. Hanya dengan cara mempunyai sambungan yang benar dengan Allah baru Allah berikan kesuksesan. Kesuksesan itu tidak Allah letakkan pada keadaan-keadaan seperti miskin atau kaya, sakit atau sehat. Kesuksesan itu adalah ketika Sehat kita taat dan ketika sakit tetap taat, ini baru sukses. Ketika kaya taat dan ketika miskinpun tetap taat, ini baru sukses. Punya sambungan yang baik dengan Allah maka hidupnya akan baik. Tetapi jika tidak ada sambungan dengan Allah walaupun punya banyak harta dan kekuasaan yang luas maka hidupnya akan penuh masalah seperti Firaun dan Qorun.
Agar kita bisa nyambung dengan Allah Ta’ala makanya k
ita perlu Agama. Hanya dengan Agama kita bisa nyambung dengan Allah Ta’ala, karena Agama ini isinya adalah keinginan dan kehendak Allah. Nanti hanya Orang yang nyambung dan punya hubungan baik dengan Allah Ta’ala yang akan dimenangkan oleh Allah Ta’ala. Bagaimana Ibrahim AS punya sambungan yang benar dan hubungan baik dengan Allah Ta’ala sehingga api yang panas dibuat sejuk oleh Allah Ta’ala. Ini secara logika tidak kena dan tidak mungkin, tetapi bagi Allah tidak ada yang tidak mungkin, semuanya mungkin2x aja, dan Allah masih banyak cara lagi yang kesannya tidak mungkin oleh akal. Bagaimana Yunus AS Allah Ta’ala pelihara dalam perut Ikan di kedalaman laut. Ini semua dapat terjadi karena mereka punya hubungan baik dan sambungan yang benar dengan Allah Ta’ala. Yang paling penting Iman dan Amal jika ini ada maka semuanya akan beres.
sanad : klik aja

KENAPA MESTI GEMBIRA DENGAN DATANGNYA BULAN PUASA


10 HADITS TENTANG BULAN RAMADHAN

1. Dari Salman ra berkata bahwa pada hari terakhir bulan Sya’ban, Rasulullah saw berkhutbah, “Wahai manusia, kini telah tiba kepada kalian satu bulan yang agung, bulan yang penuh berkah, yang di dalamnya terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Inilah bulan yang Allah menetapkan untuk mengerjakan shaum pada siang harinya dengan fardhu, dan shalat tarawih pada malam malam hari sebagai sunnah.

Barangsiapa ingin mendekatkan diri kepada Allah pada bulan ini dengan amalan sunnat, maka pahalanya seolah-olah melakukan fardhu pada bulan lain. Dan barangsiapa melakukan amalan fardhu pada bulan ini, maka ia akan dibalas dengan pahala seolah-olah telah melakukan tujuh puluh amalan fardhu pada bulan lain.

Inilah bulan kesabaran, dan balasan bagi kesabaran yang sesungguhnya adalah Jannah. Bulan ini juga merupakan bulan simpati terhadap sesama. Pada bulan ini rezeki orang-orang yang beriman bertambah. Barangsiapa yang memberi makan untuk berbuka shaum kepada orang yang mengerjakan shaum, maka baginya dibalas dengan keampunan dari dosa-dosanya dan dibebaskan dari neraka jahannam dan ia memperoleh pahala sebesar orang yang mengerjakan shaum itu tanpa mengurangi sedikit pun pahala orang yang shaum itu.”

Para sahabat berkata, “Ya Rasulullah ! Tidak semua orang di kalangan kami yang mempunyai sesuatu untuk diberikan kepada orang yang mengerjakan shaum untuk berbuka.”

Rasulullah saw menjawab, “Allah akan memberikan balasan ini kepada orang yang memberi buka walaupun hanya dengan sebiji kurma atau seteguk air atau seisap susu.” Inilah bulan yang pada sepuluh hari pertamanya Allah menurunkan rahmat, sepuluh hari pertengahannya Allah memberikan keampunan dan pada hari sepuluh hari yang terakhir Allah membebaskan hamba-Nya dari api neraka jahannam.

Barangsiapa yang meringankan hamba sahayanya pada bulan ini, maka Allah akan mengampuninya dan membebaskannya dari api neraka. Perbanyaklah pada bulan ini dengan empat perkara. Dua perkara dapat mendatangkan keridhaan Rabbmu dan dua perkara lagi, kalian pasti memerlukannya. Dua perkara yang mendatangkan keridhaan Allah adalah, hendaknya kalian membaca kalimah thayyibah dan istigfar sebanyak-banyaknya. Dan dua perkara yang kalian pasti memerlukannya, hendaknya kalian memohon kepada-Nya untuk memasuki Jannah dan berlindung kepada-Nya dari neraka jahannam.

Dan barangsiapa memberi minum kepada orang yang mengerjakan shaum (untuk berbuka), maka Allah akan memberinya minum dari telagaku (Haudh) yang sekali minum saja, maka ia tidak akan merasa haus lagi hingga ia memasuki Jannah.” (HR. Ibnu Khuzaimah dalam shahihnya).

2. Dari Abu Hurairah r.a., dia berkata, : “Rasulullah Saw. Bersabda. ‘Umatku telah diberi lima perkara pada bulan Ramadhan yang tidak pernah diberikan kepada umat terdahulu : bahwa

- Bau mulut orang yang berpuasa lebih wangi daripada bau kesturi

- Ikan-kan memohonkan ampun untuk mereka hingga waktu berbuka.

- Allah Azza Wa Jalla setiap hari menghiasi surga-Nya kemudian berfirman,’Telah dekat waktunya bagi hamba-hamba-Ku yang shalih yang telah menepiskan ujian-ujian mereka, dan mereka akan datang kepadamu’

- Pada bulan itu (Ramadhan) syaitan-syaitan pendurhaka diikat sehingga mereka tidak dapat bebas melakukan kejahatan yang bebas mereka lakukan pada bulan lainnya,

- Dan mereka telah diampuni pada akhir malam bulan itu.’ Ditanyakan,’Wahai Rasulullah, apakah itu malam Lailatul-Qadar?’ Beliau bersabda,’Tidak tapi seorang pekerja pasti mendapat upahnya setelah menyelesaikan kerjanya.”(HR. Al Baihaqi, Al Bazzar, Ahmad)

3. Dari Ka’ab bin Ujrah ra., dia berkata, ”Rasulullah saw. telah bersabda, ’Datanglah kamu ke mimbar.’ Kemudian kami datang. Maka apabila beliau naik tangga pertama, beliau berkata’amin’, lalu apabila naik tangga kedua juga berkata ‘amin’. Bila Baginda Saw. Melangkah naik tangga yang ketiga, Baginda Saw pun berkata,’amin’. Maka ketika beliau turun kami kami berkata, ‘Wahai Rasulullah, Sesungguhnya hari ini kami telah mendengar dari engkau sesuatu yang belum pernah kami dengar.’ Beliau bersabda,’Sesungguhnya Jibril as. Telah datang kepadaku lalu berkata, ‘Celakalah orang yang melewatkan bulan Ramadhan begitu saja sehingga dia tidak diampuni.’ Aku berkata,’Amin. ’Lalu ketika aku naik tangga dia berkata, ‘Celakalah orang yang mendengar namamu disebut, tetapi dia tidak bershalawat ke atasmu. Aku berkata, ‘Amin,’ Bila aku melangkah naik tangga ketiga dia berkata, Celakalah orang yang menjumpai kedua orang tuanya telah tua atau salah satu di antara keduanya namun mereka tidak dapat memasukkannya ke surge.’ Aku berkata,’Amin.’” (HR. Hakim)

4. Dari Ubadah bin Shamit ra. Bahwa pada suatu hari menjelang bulan Ramadhan Rasulullah saw. Bersbda, ”Telah dating kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah. Pada bulan itu Allah akan mengampuni kamu, lalu rahmat diturunkan, kesalahan-kesalahan dihapuskan, dan pada bulan itu do’a dikabulkan. Allah swt. Memandang kepada perlombaan kamu pada bulan itu dan membangga-banggakanmu kepada para Malaikat_Nya. Maka tunjukkanlah kepada Allah akan kebaikanmu. Sesungguhnya celakalah orang yang pada bulan itu terhalang, tidak mendapatkan rahmat Allah Azza Wa Jalla.” (HR. Thabrani)

5. Dari Abu Sa’id Al Khudri ra., dia berkata,”Rasulullah saw. Bersabda, ‘Sesungguhnya Allah swt banyak membebaskan (ruh-ruh dari neraka) pada tiap-tiap siang dan malam hari, yaitu pada bulan Ramadhan. Dan bagi setiap orang muslim pada tiap-tiap siang dan malam terdapat saat ketika doa dikabulkan.’” (HR.Al Bazzar – at Targhib)

6. Dari Abu Hurairah ra. , dia berkata, ”Rasulullah saw. Bersabda,’Ada tiga orang yang do’a mereka tidak ditolak :

- Orang yang berpuasa hingga ia berbuka,

- Pemimpin yang adil,

- Dan orang yang teraniaya. Allah mengangkat doa itu diatas awan, dan dibukakan untuknya pintu-pintu langit, dan Allah berfirman, ‘Demi kemuliaan-Ku, Aku akan menolong kamu, walaupun pada suatu saat nanti.’” (HR.Ahmad)

7. Dari Ibnu Umar ra., dia berkata, “Rasulullah saw. Bersabda, ‘sesungguhnya Allah dan para malaikatNya mengirimkan rahmat ke atas orang-orang yang makan sahur.’’’ (HR. Thabrani)

8. Dari Abu Hurairah ra., dia berkata, “Rasulullah saw. Bersabda, ‘Banyak orang yang berpuasa tetapi tidak memperoleh bagian apapun dari puasanya melainkan lapar. Banyak orang yang bangun malam tetapi tidak memperoleh apapun dari bangunnya kecuali berjaga.’” (HR. Ibnu Majah)

9. Dari Abu Ubaidah ra. Berkata, “aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, ‘Puasa adalah perisai selama dia tidak memecahkannya.”’ (HR. An Nasai, Ibnu Majah)

10. Dari Abu Hurairah ra. Bahwa Rasulullah saw. Bersabda, “Barang siapa tidak berpuasa sehari pada bulan Ramadhan tanpa alasan agama dan tidak sakit maka ia tidak dapat menebusnya meskipun berpuasa setahun penuh.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi)

Source : Fadhail Ramadhan Syeikhul Hadits Maulana Zakariyya Rah.a. - As Shaff

Sabtu, 03 Juli 2010

WASPADA DENGAN TEMAN YANG BURUK



السلام عليكم . بِسْــــــــــــــــــمِ ﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم
الحمد لله رب العا لمين. الصلاة و السلام على رسو ل الله.اما بعد


Dalam sebuah hadits yang shahih disebutkan:

مَثَلُ الْـجَلِيْسِ الصَّالـِحِ وَالسُّوْءِ كَحَامِلِ الْمِسْكِ وَنَافِخِ الْكِيْرِ. فَحَامِلُ الْـمِسْكِ إِمَّا أَنْ يَحْذِيَكَ وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيْحًا طَيِّبَةً، وَنَافِخُ الْكِيْرِ إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ رِيْحًا خَبِيْثَةً

“Permisalan teman duduk yang baik dan teman duduk yang jelek seperti penjual minyak wangi dan pandai besi. (Duduk dengan) penjual minyak wangi bisa jadi ia akan memberimu minyak wanginya, bisa jadi engkau membeli darinya dan bisa jadi engkau akan dapati darinya aroma yang wangi. Sementara (duduk dengan) pandai besi, bisa jadi ia akan membakar pakaianmu dan bisa jadi engkau dapati darinya bau yang tak sedap.”
(HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menerangkan bahwa teman dapat memberikan pengaruh negatif ataupun positif sesuai dengan kebaikan atau kejelekannya. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyerupakan teman bergaul atau teman duduk yang baik dengan penjual minyak wangi.

Bila duduk dengan penjual minyak wangi, engkau akan dapati satu dari tiga perkara sebagaimana tersebut dalam hadits. Paling minimnya engkau dapati darinya bau yang harum yang akan memberi pengaruh pada jiwamu, tubuh dan pakaianmu.

Sementara kawan yang jelek diserupakan dengan duduk di dekat pandai besi.
Bisa jadi beterbangan percikan apinya hingga membakar pakaianmu, atau paling tidak engkau mencium bau tak sedap darinya yang akan mengenai tubuh dan pakaianmu.

Dengan demikian jelaslah, teman pasti akan memberi pengaruh kepada seseorang.

Dengarkanlah berita dari Al-Qur`an yang mulia tentang penyesalan orang zalim pada hari kiamat nanti karena dulunya ketika di dunia berteman dengan orang yang sesat dan menyimpang, hingga ia terpengaruh ikut sesat dan menyimpang.

وَيَوْمَ يَعَضُّ الظَّالِمُ عَلَى يَدَيْهِ يَقُولُ يَالَيْتَنِي اتَّخَذْتُ مَعَ الرَّسُولِ سَبِيلاً. يَاوَيْلَتَى لَيْتَنِي لَمْ أَتَّخِذْ فُلَانًا خَلِيلاً. لَقَدْ أَضَلَّنِي عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَاءَنِي وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِلْإِنْسَانِ خَذُولًا

“Dan ingatlah hari ketika itu orang yang zalim menggigit dua tangannya, seraya berkata, ‘Aduhai kiranya dulu aku mengambil jalan bersama-sama Rasul. Kecelakaan besarlah bagiku, andai kiranya dulu aku tidak menjadikan si Fulan itu teman akrabku. Sungguh ia telah menyesatkan aku dari Al-Qur`an ketika Al-Qur`an itu telah datang kepadaku.’ Dan adalah setan itu tidak mau menolong manusia.” (Al-Furqan: 27-29)


‘Adi bin Zaid, seorang penyair Arab, berkata:

عَنِ الْـمَرْءِ لاَ تَسْأَلْ وَسَلْ عَنْ قَرِيْنِهِ فَكُلُّ قَرِيْنٍ بِالْـمُقَارَنِ يَقْتَدِي
إِذَا كُنْتَ فِي قَوْمٍ فَصَاحِبْ خِيَارَهُمْ وَلاَ تُصَاحِبِ الْأَرْدَى فَتَرْدَى مَعَ الرَّدِي

Tidak perlu engkau bertanya tentang (siapa) seseorang itu, namun tanyalah siapa temannya
Karena setiap teman meniru temannya

Bila engkau berada pada suatu kaum maka bertemanlah dengan orang yang terbaik dari mereka

Dan janganlah engkau berteman dengan orang yang rendah/hina niscaya engkau akan hina bersama orang yang hina. Karenanya lihat-lihat dan timbang-timbanglah dengan siapa engkau berkawan.

DAMPAK TEMAN YANG BURUK

Ingatlah, berteman dengan orang yang tidak baik agamanya, akhlak, sifat, dan perilakunya akan memberikan banyak dampak yang jelek. Di antara yang dapat kita sebutkan di sini:

1. MEMBERIKAN KERAGUAN PADA KEYAKINAN KITA YANG SUDAH BENAR, BAHKAN DAPAT MEMALINGKAN KITA DARI KEBENARAN.

Dengarkanlah kisah wafatnya Abu Thalib di atas kekafiran karena pengaruh teman yang buruk.

Tersebut dalam hadits Al-Musayyab bin Hazn, ia berkata, "Tatkala Abu Thalib menjelang wafatnya, datanglah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau dapati di sisi pamannya ada Abu Jahl bin Hisyam dan Abdullah bin Abi Umayyah ibnil Mughirah (keduanya adalah orang jahiliyah).

Berkatalah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, ‘Wahai pamanku, ucapkanlah Laa ilaaha illallah, kalimat yang dengannya aku akan membelamu di sisi Allah.’

Namun kata dua teman Abu Thalib kepadanya, ‘Apakah engkau benci dengan agama Abdul Muththalib?’

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam terus menerus meminta pamannya mengucapkan kalimat tauhid.

Namun dua teman Abu Thalib terus pula mengulangi ucapan mereka, hingga pada akhirnya Abu Thalib tetap memilih agama nenek moyangnya dan enggan mengucapkan Laa ilaaha illallah. (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

2. TEMAN YANG JELEK AKAN MENGAJAK ORANG YANG BERTEMAN DENGANNYA AGAR MAU MELAKUKAN PERBUATAN YANG HARAM DAN MUNGKAR SEPERTI DIRINYA.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman tentang munafikin:

وَدُّوا لَوْ تَكْفُرُونَ كَمَا كَفَرُوا فَتَكُونُونَ سَوَاءً

“Mereka menginginkan andai kalian kafir sebagaimana mereka kafir hingga kalian menjadi sama.” (An-Nisa`: 89)

3. TABIAT MANUSIA, IA AKAN TERPENGARUH DENGAN KEBIASAAN, AKHLAK, DAN PERILAKU TEMAN DEKATNYA.

Karenanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

الرَّجُلُ عَلَى دِيْنِ خَلِيْلِهِ، فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ

“Seseorang itu menurut agama teman dekat/sahabatnya, maka hendaklah salah seorang dari kalian melihat dengan siapa ia bersahabat1.” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi. Dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albani dalam Ash-Shahihah no. 927)

4. MELIHAT TEMAN YANG BURUK AKAN MENGINGATKAN KEPADA MAKSIAT SEHINGGA TERLINTAS MAKSIAT DALAM BENAK SESEORANG. PADAHAL SEBELUMNYA IA TIDAK TERPIKIR TENTANG MAKSIAT TERSEBUT.

5. TEMAN YANG BURUK AKAN MENGHUBUNGKANMU DENGAN ORANG-ORANG YANG JELEK, YANG AKAN MEMUDARATKANMU.

6. TEMAN YANG BURUK AKAN MENGGAMPANGKAN MAKSIAT YANG ENGKAU LAKUKAN SEHINGGA MAKSIAT ITU MENJADI REMEH/RINGAN DALAM HATIMU DAN ENGKAU AKAN MENGANGGAP TIDAK APA-APA MENGURANGI-NGURANGI DALAM KETAATAN.

7. KARENA BERTEMAN DENGAN ORANG YANG JELEK, ENGKAU AKAN TERHALANG UNTUK BERTEMAN DENGAN ORANG-ORANG YANG BAIK/SHALIH SEHINGGA TERLUPUTKAN KEBAIKAN DARIMU SESUAI DENGAN JAUHNYA ENGKAU DARI MEREKA.

8. DUDUK BERSAMA TEMAN YANG JELEK TIDAKLAH LEPAS DARI PERBUATAN HARAM DAN MAKSIAT SEPERTI GHIBAH, NAMIMAH, DUSTA, MELAKNAT, DAN SEMISALNYA.

Bagaimana tidak, sementara majelis orang-orang yang jelek umumnya jauh dari dzikrullah, yang mana hal ini akan menjadi penyesalan dan kerugian bagi pelakunya pada hari kiamat nanti. Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

مَا مِنْ قَوْمٍ يَقُوْمُوْنَ مِنْ مَجْلِسٍ لَمْ يَذْكُرُوا اللهَ تَعَالَى فِيْهِ، إِلاَّ قَامُوْا عَنْ مِثْلِ جِيْفَةِ حِمَارٍ وَكَانَ لَهُمْ حَسْرَةً

“Tidak ada satu kaum pun yang bangkit dari sebuah MAJELIS/PERTEMUAN YANG MEREKA TIDAK BERZIKIR KEPADA ALLAH TA’ALA melainkan mereka bangkit dari semisal bangkai keledai2 dan majelis tersebut akan menjadi penyesalan bagi mereka." (HR. Abu Dawud)

- Sama dengan BANGKAI KELEDAI dalam bau busuk dan kotornya. ('Aunul Ma'bud, kitab Al-Adab, bab Karahiyah An Yaqumar Rajulu min Majlisihi wala Yadzkurullah)

- Seseorang akan BERPERILAKU SEPERTI KEBIASAAN TEMANNYA dan juga menurut jalan serta perilaku temannya.

Maka hendaknya setiap kita merenungkan dan memikirkan dengan siapa kita bersahabat. SIAPA YANG KITA SENANGI AGAMA DAN AKHLAKNYA MAKA KITA JADIKAN IA SEBAGAI TEMAN, dan yang sebaliknya kita jauhi.

Karena yang namanya TABIAT AKAN SALING MENIRU dan PERSAHABATAN itu akan BERPENGARUH BAIK ATAUPUN BURUK. (Tuhfatul Ahwadzi, kitab Az-Zuhd, bab 45)

Al-Mushahabatu tasriqu thabii'ah, artinya PERSAHABATAN itu bisa MENCURI TABIAT...kalau tabiat sahabat kita tidak baik maka kita akan menjadi orang yang tidak baik, begitupun sebaliknya...JADI PILIHLAH SAHABAT YANG BAIK AGAR KEHIDUPAN KITA MENJADI BAIK

Demikian… Semoga ini menjadi PERINGATAN !

souce : just click this