This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 09 Juni 2010

SHOLAT MEMAKAI SAJADAH BERGAMBAR MASJID/ KA’BAH = MENGHINA AGAMA


Sadarlah wahai kaum muslimin !!, bagaimana mungkin anda menginjak rumah Allah apalagi ka’bah di hadapan Allah Swt.

Orang kafir memang lihai menghinakan kita, dengan gambar masjid dan ka’bah seolah itu ajaran agama. Padahal Nabi Saw tak suka dengan bentuk gambar apapun, apalagi di gunakan untuk alas sholat.

Disaat agama perintahkan kita untuk sholat khusyu’ (konsentrasi) dan khudu’ (merendahkan diri), karena sholat khusyu’ dan khudu’ adalah kunci membuka pertolongan Allah swt. terhadapa Umat islam. Maka orang kafir berusaha mengaburkannya, mereka menciptakan ide jualan kepada orang Islam yang tak bisa bedakan antara yang Haq dan yang Bathil.

Bagaimana jika di depan president kita injak-injak gambar istananya ? apalagi kalau diduduki dengan pantat, apakah ini sikap seorang hamba ?.

Ingat !! Di Bangladesh, India, dan Pakistan hampit taka da masjid yang beli dan pasang gambar masjid berjejer panjang. Tetapi di Negeri Malaysia dan Indonesia, orang senang menghias masjid dengan karpet bergambar masjid berjejer. Bahkan ada masjid yang sajadahnya bergambar Ka’bah dengan hiasan pohon cemara.

Hati – hatilah para Ta’mir masjid dalam memilih alas sholat, jangan langsung senang bila dapat hadiah sajadah atau barang lain yang terdapat gambar yang ada isyarat penghinaan terhadap agama.

Ini bukan cerita baru, setiap tahun ada saja penemuan grafik pada sajadah yang mengelirukan. Ada saja simbolik atau grafik yang tidak sepatutnya terdapat pada sajadah, tempat hamparan sholat umat Islam. Tetapi siapa yang bertanggung jawab dalam mereka bentuknya….tidak diketahui dengan pasti !

Perusahaan hanya mencantumkan ‘Made In Turkey’, ‘Made In China’, bahkan negeri kafir pun produksi (Made in Brussel dll.). Lantaran itu ulama sarankan agar kita menggunakan sajadah yang kosong atau polos sebagai hamparan sholat.

Bahkan telah ditemukan ada sajadah yang bergambar adegan pasangan yang sedang beradegan sex, ada pula yang bercorak gambar kepala anjing , ada juga sajadah yang terdapat gambar symbol agama lain…. Na’udzu billahi min dzalik….


TANGGUNG JAWAB KITA DIDUNIA SEBENARNYA RINGKAS SAJA



Apabila kita waktu hidup didunia selalu mentaati Allah, maka Allah berikan kehidupan yang baik, kehidupan yang memuaskan di dalam surga kelak.Tempatnya memuaskan , istana-istana dari emas, sungai-sungai dari madu. Temannya pun memuaskan, para nabi , para rasul, para orang saleh. Surga juga dikenal dengan nama Darussalam atau Negeri Keselamatan, Negeri dimana hidup tidak ada masalah. Beda dengan didunia ini, orang paling kaya pun mesti dapat masalah, bahkan biasanya masalahnya lebih banyak.Raja yang paling berkuasapun juga punya banyak masalah.Singkatnya, didunia ini tidak ada yang tidak punya masalah.Semua orang menghadapi masalah.

Hamba Allah dijadikan seperti itu (selalu punya masalah), supaya mereka paham agar jangan mau betah berlama-lama didunia ini. Allah telah telah siapkan untuk kamu negeri yang lebih indah, lebih luas, negeri yang kekal abadi, yaitu surga –Nya Allah Swt..
Kita bukanlah manusia yang pertama hidup didunia ini, sehingga kita berangan-angan akan kekal abadi didunia ini. Sebelum kita, sudah ada milyaran manusia yang hidup didunia ini dan mereka sudah pergi.Begitu pula kita, sebentar lagi juga akan pergi ke negeri kekal abadi, negeri akhirat.

Tanggung jawab kita sebenarnya ringkas, diringkas dalam dua kalimat syahadat.Tanggung- jawab pertama ialah Laa Ilaaha Illallaah, bagaimana kita hidup sebagai hamba Allah. Dimulai dengan keyakinan yang shahih kepada Allah, bahwa seluruh makhluk apa saja bentuknya, manusia, jin, syetan, yang besar, yang kecil, semua tidak bisa berbuat apa-apa tanpa kehendak Allah. Tidak bisa mendatangkan bahaya, tidak bisa mendatngkan manfaat tanpa izin Allah.Bahkan hakekatnya semua makhluk ini sebenarnya tidak ada, hanya diadakan saja oleh Allah.Makhluk ini tidak hidup, hanya dihidupkan saja oleh Allah.Kalau kita berpikir ini adalah makhluk yang hidup, ini adalah pikiran orang yang lupa kepada Allah.Kalau orang beriman pahamnya ini semua adalah makhluk yang dihidupkan oleh Allah.

Hakekatnya tidak ada apa-apa, yang hidup dan yang hakiki sebenarnya adalah Allah. Selain Allah adalah makhluk yang tidak bisa berbuat apa-apa tanpa kehendak Allah, Laa Hawla Wa Laa Quwwata Illaa Billaah. Tidak ada kekuatan atau usaha tanpa Allah Swt..Tidak pemilik yang hakiki selain Allah, sebenarnya kita tidak punya apa-apa.Sawah-ladang bukanlah milik kita, diri kita bukanlah milik kita, semua adalah milik Allah.Maka kita harus merasa sebagai hamba Allah, sehingga segala sesuatu diatur oleh syari’at Allah, segala sesuatu diatur dengan agama Allah, dan segala sesuatu mengingatkan kita kepada Allah.Kalau ketemu istri (suami) ingat kepada Allah, ketemu ladang ingat kepada Allah,

Dan Mengapa kamu tidak mengatakan waktu kamu memasuki kebunmu "maasyaallaah, laa quwwata illaa billaah (sungguh atas kehendak Allah semua Ini terwujud, tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah). sekiranya kamu anggap Aku lebih sedikit darimu dalam hal harta dan keturunan, (Surat Al Kahfi : 39).

Jadi kalau masuk ladang katakan masya Allah, ini semua kehendak Allah.Tumbuh-tumbuhan bisa tumbuh, air mengalir, udara bertiup, semua terjadi atas kehendak Allah.Jadi tidak ada makhluk yang membuat kita lupa kepada Allah, barulah hakikat kalimatLaa Ilaaha Illallaah bisa masuk ke dalam hati kita.Semua makhluk membuat kita ingat kepada Allah, kemudian kita sikapi sesuai dengan perintah Allah, sesuai dengan agama Allah.Ini adalah tanggung-jawab kita sebagai orang yang beriman atas Laa Ilaaha illallaah.

Kemudian tanggung-jawab yang kedua adalah Muhammadur rasululullaah, kita ini adalah ummat Rasulullah Saw., pengikut Rasulullah Saw..Ini adalah kemuliaan yang sangat tinggi yang diberikan oleh Allah kepada kita.Karena Rasulullah adalah semulia-mulianya nabi, maka ummatnya adalah semulia-mulianya ummat. Kita harus yakin bahwa nabi saw. adalah utusan Allah, dan kemuliaan seorang utusan menurut dengan yang mengutus. Kalau yang utusan seorang kepala desa ya sesuai dengan kemuliaan kepala desa, kalau utusan kepala Negara ya sesuai dengan kemuliaan kepala negara. Jadi kalau yang mengutus adalah Tuhan penguasa alam semesta ?bagaimana mulianya baginda Nabi saw ?. Maka semestinya kita mencintai beliau melebihi cinta kita kepada ayah kita, ibu kita, bahkan melebihi cinta kita kepada seluruh manusia. Nabi Saw. bersabda bahwa tidak beriman seseorang diantara kamu sebelum mencintai aku melebihi ayahnya, ibunya, dan seluruh manusia.

Mencintai Nabi saw. harus direalisasikan dengan mencintai sunnah Nabi Saw., juga mencintai perjuangan Nabi, serta mencintai segala sesuatu yang ada kaitan dengan Nabi Saw., Apa saja yang ada hubungan dengan Nabi Saw. kita cintai. Termasuk mencintai para ulama, karena mereka adalah para pewaris ilmu-ilmu Nabi Saw..mencintai orang-orang Arab itu juga termasuk bagian dari mencintai Nabi, karena orang-orang Arab ini punya hubungan darah dengan Nabi Saw..

Kita juga harus mencintai ummat Nabi Saw., mencintai kampungnya Nabi saw.,bahkan mencintai nama Nabi Saw.. Imam Safi’i rah.a (rahmatulla ‘alaihi) namanya adalah Muhammad Ibnu Idris, ketika punya anak laki-laki dia juga beri nama Muhammad. Sehingga teman-temannya heran dan bertanya,”Kamu ini Muhammad lalu anak kamu diberi nama Muhammad lagi, bagaimana ini ?”. Imam Syafi’i katakan,”memang nama yang paling saya sukai didunia ini adalah Muhammad. Saya punya anak namanya ya sudah, Muhammad saja. Kalau anak punya anak lagi ya diberi nama Muhammad saja !”. Begitulah orang beriman, apa saja yang ada kaitannya dengan nabi mesti dia cintai.

Kita juga harus mencontoh bagaimana ulama dahulu mencintai ummat Nabi saw. Imam Malik Rah.a pernah dipenjara di Madinah karena salah paham dengan Gubernur di Madinah.Beliau walaupun merupakan seorang ulama besar tapi dipukuli habis-habisan.Namun setiap sudah dipukuli beliau katakan, “Ya Allah, sudah saya halalkan, Ya Allah sudah saya maafkan !”. Maka ditanya oleh murid-muridnya, “kenapa tuan katakan begitu ?’. Beliau jawab, “ saya malu kepada Rasulullah Saw. kalau ada salah satu ummatnya yang masuk neraka gara-gara saya”. Beginilah cintanya Imam Malik kepada Nabi Saw. Akhirnya beliau dicintai oleh ummat, raja-raja pada zaman itu, anak-anaknya belajar kepada beliau.

Kita harus mencintai ummat Nabi Saw sampai kepada orang fasiq sekalipun dalam arti selalu berusaha membawa mereka kepada kebaikan.Kalau kita ke masjid Nabawi, dekat kuburan Nabi Saw.itu ditulis ‘syafa’ati li ahlil kabair min ummati’ (syafaatku adalah bagi orang-orang yang punya dosa besar dikalangan ummatku). Jadi Nabi itu kepada ummatnya yang punya banyak dosa saja, semangatnya untuk menyelamatkan sudah seperti itu, bagaimana kepada ummatnya yang baik ?.

Kita punya fikir juga harus disesuaikan dengan fikir Nabi Saw., Nabi siang dan malam senantiasa memikirkan ummatnya, sampai di Padang Mashyar pun yang mana bukan tempat perjuangan lagi, yang apabila kita tidak memikirkan orang lain pun tidak berdosa. Ketika para nabi berkata,”nafsi,nafsi” (diriku,diriku), tapi Baginda tetap memikirkan umatnya, dimana pada saat itu sudah bukan kewajiban manusia. Ini diceritakan didalam kitab Bukhari untuk jadi bahan pemikiran kita, kalau Nabi saja di akhirat masih memikirkan ummatnya, maka kenapa kita yang didunia tidak mau memikirkan ummatnya. Nabi saja pada waktu berjuang dan setelah berjuang masih saja memikirkan ummatnya, bagaiman dengan kita yang masih dalam perjuangan sekarang ini, koq gak mau memikirkan nasib ummat ini ?

Dan ini perjuangan untuk meneruskan perjuangan Rasul, fikir Rasul, kasih-sayang Rasul, cita-cita rasul adalah tanggung-jawab kita bersama dan harus kita jadikan kerja kita yang utama, yang pokok, yang permanen dalam kehidupan ini, sebagaimana yang dikatakan didalam al Quran,

Katakanlah: "Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha suci Allah, dan aku tiada Termasuk orang-orang yang musyrik". (Surat Yusuf : 108).
Inilah jalan hidupku, kata Nabi, maksudnya inilah kerja utama yang lebih dipentingkan daripada kerja yang lain. Apa itu jalan hidup Nabi ? yaituad’u ilallaah mengajak manusia kepada Allah, bukan mengajak manusia kepada dirinya, golongannya, kampungnya, tapi mengajak manusia kepada ridha Allah, kepada jalan yang diridhoi oleh Allah. Kemudian masih diteruskan ana wamanittaba’ani yang artinya yang jalan hidupnya seperti ini ( mengajak manusia kepada Allah ) bukan saya saja, tapi seluruh pengikutku harus seperti itu juga. Bukan hanya ulama , orang kaya,atau orang miskin yang gak punya pekerjaan saja, tapi seluruh ummatku, siapa saja harus punya tanggung jawab dakwah, mengajak seluruh manusia kepada Allah. Untuk itu, kita perlu luangkan waktu untuk belajar usaha dakwah yang mulia ini, minimal 4 bulan seumur hidup, insya Allah!
note : Jangan lupa gabung di group Aku Ingin mengenal Allah Lebih Dekat...

(sumber : Bayan-bayan K.H. Uzairon )

Rabu, 02 Juni 2010

Khutbah Jumat K.H. Uzairon


MEMIKIRKAN PERSIAPAN AKHIRAT

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِيْ تَسَآءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا. يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا.

أَمَّا بَعْدُ؛ فَإِنَّ خَيْرَ الْكَلاَمِ كَلاَمُ اللهَ، وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَّرَ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ.

Hadirin yang di muliakan Allah SWT.

Marilah kita tingkatkan kita kepada Allah, karena sesungguhnya kita semua akan di hadapkan kepada Allah. Dan Allah akan bertanya kepada kita, kita gunakan untuk apa umur yang telah diberikan Allah kepada kita, dari mana harta kita hasilkan, dan untuk apa kita gunakan. Kita gunakan untuk apa waktu muda kita. Apakah sudah kita amalkan ilmu-ilmu yang diberikan oleh Allah kepada kita.

Hadirin yang di muliakan Allah SWT.

Kita akan menghadapi perkara-perkara yang besar, kita akan menghadapi kematian, seumpama sakitnya kematian itu ditunjukkan kepada manusia yang hidup didunia ini, tentu semua orang tidak akan merasakan enaknya makan dan nyenyaknya tidur.

Hadirin yang di muliakan Allah SWT.

Kita semua akan menghadapi alam kubur, sedangkan alam kubur itu salah satu dari pertamanan surga atau jurang dari jurang-jurang neraka.

Hadirin yang di muliakan Allah SWT.

Kita semua akan menghadapi jembatan shirat, akan menghadapi hisab, akan dihitung amal-amal kita semua, baik yang zhohir maupun yang bathin.

Dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikan, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu.(S.Al Baqarah : 284)

Amal-amal yang kita sembunyikan dan amal-amal yang kita perlihatkan, semua akan di hisab oleh Allah.

Maka Allah mengampuni siapa yang dikehandaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (S.Al Baqarah : 284)

Hadirin yang di muliakan Allah SWT.

Kita semua akan menghadapi mahkamah yang agung, yang hakimnya yaitu Allah sendiri, yang menguasai seluruh alam, yang mengetahui, perkara yang dhohir dan bathin. Saksinya yaitu para Malaikat, Para Nabi dan Rasul. Mahkamah yang disaksikan oleh semua makhluk. Semua manusia mulai dari nabi Adam a.s. sampai manusia yang terakhir. Kita akan menjadi tontonan di mahkamah itu. Ketika kita diputus oleh Allah bahwa kita termasuk golongan orang yang diridhoi oleh Allah, maka kita bisa tidak bayangkan bagaimana kemuliaan yang kita dapatkan waktu itu. Sebgaliknya, ketika kita diputus oleh Allah termasuk golongan orang yang durhaka, maka bagaimana kesusahan dan kehinaannya yang kita alami pada waktu itu.

Hadirin yang di muliakan Allah SWT.

Memikirkan hal yang seperti itulah yang menjadikan takutnya para wali Allah kepada Allah. Menjadikan bergetarnya hati orang yang beriman. Karena merasakan dunia ini bukan apa-apa. Kenikmatan dunia ini bukan apa-apa. Kemuliaan dunia ini bukan apa-apa. Kenikmatan dan kemuliaan yang sebentar.

Hadirin yang di muliakan Allah SWT.

Langkah-langkahnya syaitan untuk merusak kita, yaitu ketika kita lupadengan kehidupan akhirat. Ketika seseorang itu lupa dengan kehidupan akhirat kemudia sibuk dan tergiur dengan kehidupan dunia, maka hatinya akhirnya akan dipenuhi dengan ‘hubbud dunya’ (cinta dunia). Senang dengan kehidupan dunia. Perilaku dan pertimbangannya adalah dunia. Padahal dunia akan ditinggalkan. Siang-malam yang difikirkan dunia dan lupa kepada akhirat, padahal kita akan ke akhirat. Maka nabi saw. bersabda : “sesungguhnya cinta dunia itu pangkal dari segala kesalahan”.

Seseorang itu berjalan ke akhirat tetapi yang dilihat adalah dunia bagaimana dia bisa selamat, ibarat seseorang itu berjalan ke barat tetapi dia selalu melihat ke timur , bagaimana nasib orang yang seperti ini, tentu dia akan menabrak dan jatuh ke jurang.

Kita ini setiap hari, setiap jam, setiap meniat, tambah dekat denagn akhirat, kita berjalan menuju akhirat, dirumah kita berjalan ke akhirat, tidurpun kita bertambah dekat dengan akhirat, tetapi apabila yang kita fikirkan bukan akhirat tentu kita akan salah jalan. Maka hendaknya kita selalu mengingat akhirat, karena tipuan syetan itu hanya untuk orang-orang yang lupa kepada akhirat.

“Dan (juga) agar hati kecil orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat cenderung kepada bisikan itu.” (S. Al An’am : 113)

Orang yang tunduk , taat kepada syaithon yaitu orang-orang yang hatinya tidak yaqin dengan akhirat. Orang yang hatinya dipenuhi yaqin dengan akhirat, memikirkan akhirat tidak akan bisa ditipu oleh syaithon.

Hadirin yang di muliakan Allah SWT.

Kita jadikan hari Jum’at yang mulia ini untuk bersungguh-sungguh mempersiapkan diri untuk kehidupan kita di akhirat.

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah Setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan”.(S. Al Hasyr : 18)

Hendaknya kita memikirkan persiapan akhirat. Untuk hidup di dunia ini kita selalu memikirkannya siang dan malam, seperti rumah, kendaraan, dan lain-lainnya, maka untuk akhirat kita harus lebih mempersiapkannya.

Hadirin yang di muliakan Allah SWT.

Sekarang ini akhirat sudah ada, surga sudah jadi, neraka sudah dinyalakan, apakah persiapan kita untuk menghadapinya. Kalau kita mau berpikir, tentu kita bisa beramal untuk akhirat kita, sehingga yang kita fikirkan siang dan malam, bagaimana amal-amal kita bisa terjaga.

Hadirin yang di muliakan Allah SWT.

Teatpi kita ini dibuat oleh Allah dari tanah, sedangkan tanah itu punya sifat mudah dipengaruhi, maka di antara kewajiban kita adalah membuat suasana yang membuat kita ingat kepada akhirat. Kita jadikan rumah kita, anak-anak kita, kampong-kampung kita, took-toko kita, tempat kerja kita, hidup amal agama sehingga bisa mengingatkan kita nanti di akhirat.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ بِاْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَلَّ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْن