This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 22 Juni 2010

SEKILAS TENTANG NERAKA



Baru saja manusia berhenti sebentar dari berbagai peristiwa mengerikan pada waktu kiamat, dan ketika itu mereka melihat sendiri hakikat perjalanan hidupnya, tiba-tiba orang yang berdosa diliputi kegelapan dan dikelilingi api yang berkobar. Lalu mereka mendengar teriakan dan gemuruh yang menyatakan betapa kerasnya kemarahan dan kemurkahan. Ketika itu merasa yakinlah orang-orang yang berdosa akan kebinasaan dirinya, dan merasa takutlah seluruh umat manusia dan khawatir akan buruknya tempat kembali mereka. Dan ketika itu terdengarlah seruan Malaikat Zabaniyah. “Dimanakah fulan bin fulan yang teleh terseret oleh panjangnya angan-angan di dunia dan telah menyia-nyiakan umurnya dalam amal keburukan!”. Kemudian malaikat menarik tubuhnya dengan kail dan menyeretnya menuju azab yang sangat pedih di jurang jahannam yang akan menjadi tempat tinggal selama-lamanya. Para malaikat berkata padanya sebagai sindiran


“Rasakanlah ! Sesungguhnya kamu adalah orang yang gagah lagi mulia “ (Qs. Ad Dukhan [44] : 49)

Mereka tinggal di tempat yang dindingnya sempit, ruangannya gelap, dan dinyalakan api didalamnya untuk waktu yang kekal. Minumannya cairan timah yang sangat panas. Tempatnya bernama nerka Jahim yang dijaga oleh malaikat Zabaniyah. Rasa sakit terasa dari ujung kaki hingga ke ubun-ubun, menjerit-jerit ke segala arah meminta tolong, “Wahai Malik, kulit-kulit tubuh kami telah mengelupas. Wahai Malik, keluarkanlah kami dari sini, dan kami tidak ingin kembali.” Malaikat Zabaniyah berkata, “Diamlah kalian! Putuslah harapan kalian! Tidak ada jalan keluar lagi bagi kalian dari temat kehinaan ini. Diamlah disitu dan jangan banyak bicara. Walaupun kalian dikeluarkan, pasti kalian akan kembali melanggar larangan Allah.”


Ketika itu putuslah harapan mereka, mereka menyesal dan menyayangkan nasib dirinya, namun penyesalan itu sia-sia beaka. Bahkan mereka tambah dihunjamkan ke dalam neraka denagn kaki dan tangan dibelenggu dan disetiap arahnya api yang berkobar-kobar hingga mereka tenggelam daam pakaian api.


Makanannya dari api, minumannnya api, pakaiannnya api, dan tilamnya dari api. Belenggu mereka sangat kuat, sehingga mereka meronta-ronta di tempatnya yang sempit itu dan tubuh mereka dibolak-balikkan di daslm gejolak api. Lalu dituangkan cairan timah diatas kepala mereka, kepala mereka ditusuk dengan paku besi, lalu dipukul dengan palu hingga menyembur darah dan nanah dari mulut mereka. Usus-usus mereka putus akibat sangat haus. Setiap kali daging dan kulitnya rontok, maka diganti dengan kulit yang baru. Demikian seterusnya sehingga tulang-tulang mereka telanjang tanpa daging, tinggallah ruh yang tergantung dikerongkongan yang ketika itu mengharapkan supaya dimatikan saja, padahal sudah tidak ada lagi kematian.


Lau bagaimana dengan wajah-wajah mereka ang hitam legam, lebih hitam dari bara neraka. Mata mereka jadi buta, lidah mereka telah bisu, punggung mereka telah patah, tulang-tulang mereka telah hancur, telinga meereka telah kerumpung, kulit mereka telah koyak, tangan mereka telah terbelenggu ke leher mereka, ujung kaki kaki dan ubun-ubun kepala mereka disatukan, dan mereka berjalan didalam neraka dengan wajah tersungkur, lalu mereka disambar dengan api yang merayap hingga ke perut-perut mereka. Sedangkan ketika itu ular-ular dan kalajengjing meryap merayap diseluruh anggota tubuh mereka. Inilah SEBAGIAN dari keadaan orang-orang yang disiksa dalam neraka.


Wahai orang yang lalai akan dirinya ( terutama yang memposting artikel ini ) dan telah tertipu oleh kesibukan dunia yang akan membawa pada kebinasaan dan ketergelinciran, berhentilah sebentar dari memikirkan sesuatu yang akan engkau tinggalkan, lalu pusatkan fikiranmu pada tempat kediamanmu yang sesungguhnya yaitu akhirat. Karena sesungguhnya engkau telah diberitahu bahwa neraka adalah tempat bagi KEBANYAKAN manusia. Sesuai dengan firman Allah :


“Dan tidak ada seorangpun daripadamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan. Kemudian Kami akan meyelamatkan orang-orang yang bertaqwa dan membiarkan orang-orang yang zhalim di neraka dalam keadaan bertekuk lutut.” (Qs. Maryam {19}:71-72)


Sekarang inilah saatnya untuk berfikir dan mempersiapkan bekal iman dan amal sebanyak-banyaknya. Sebab di akhirat nanti bukan tempat untuk berfikir dan beramal, disana tempat menuai, jangan samapai penyesalan kita baru dinyatakan nanti diakhirat. Karena penyesalan disana tidak berarti lagi. Keyakinan dan keimanan setelah diakhirat juga takkan berguna lagi. Walaupun seseorang yakin dengan seyakin-yakinnya akan janji dan ancaman Allah setelah di akhirat, namun hal itu sia-sia belaka. Allah swt. Berfirman :


“Katakanlah, pada hari al Fath ( hari kiamat) nanti, tidak akan berguna lagi keimannan orang-orang kafir, dan mereka tidak lagi dipandang oleh Allah.”(Qs. As Sajadah [32] : 29)


NB : Kita beribadah kepada Allah bukan karena ingin masuk surga ataupun agar di jauhkan dari neraka, tapi untuk mewujudkan rasa syukur kita kepada Allah sebagai hambaNya yang telah banyak diberikan nikmat. Adapun kelak dimasukkan kedalam neraka dan dibebaskan dari neraka itu adalah bonus, bukan tujuan utama......... ajari kami ya Allah !


> Jangan lupa gabun dan ajak orang untuk ikut serta daam grup Aku Ingin Mengenal Allah Lebih Dekat


Source : Mudzakarah Iman dan Ama shaleh ( Pustak Ramadhan)

Kamis, 17 Juni 2010

KARKUN ( Dari Bahasa Urdu Yang Artinya Pekerja Agama )


Aku dengar kau karkun sekarang, kawan
Tiga hari setiap hujung minggu
Dua minggu setiap hujung bulan
Empat puluh hari tanpa jemu

Datang kau sekarang dengan jubah, putih
Senyum kau sekarang dengan siwak, bersih
Dagumu berjanggut
Beratmu yang susut
Apa khabar saudaraku, sekian lama tidak ketemu

Bukankah kau anak kampung yang aku kenal dahulu
Yang datang si dara, kau bersiul berlagu
Yang datang si janda, kau malu tersipu
Di tepi parit, di tembok jambatan
Kau, aku dan gitar-gitar
Di waktu maghrib, dihalau azan
Kau, aku terketar-ketar

Bukankah kau pemuda yang selalu berkata dahulu
Hidup ini tanpa lagu rock
Seperti ayam tidak berkokok
Bak kenyang yang tidak cocok
Kalau tidak menghisap rokok

Falsafah kita bersama:
Kau, aku dan kerjaya
Biarlah tidak kaya-raya
Asalkan kita boleh bergaya

Sekarang lihatlah
Betapa cerah
Sinaran wajah
Penghuni Jannah

Aku dengar kau giat tabligh sekarang, kawan
Dari surau ke surau
Dari kampung ke kampung
Dari pulau ke pulau
Dari tanjung ke tanjung
Kaujelajah DIA
Kaudaki DIA
Kauredah DIA
Kautakik DIA;
Satu persatu cabaran, dengan tabah kautawan.

Aku dengar kau alim sekarang, kawan
Bahasamu berlapik, tuturmu halus belaka
Tidak lagi memekik, macam orang Melaka
Jelinganmu rendah, matamu sejuk bak salji
Isterimu berpurdah, anakmu khusyuk mengaji
Seleramu buta, tidak akan memilih
Asalkan ada, tidak akan merintih

Kau yang aku lihat
Dan
Kau yang aku ingat:
Bak siput dan kilat

Mahukah kiranya kini, sesudah kau berubah
Kau bertamu di teratak murahku?
Yang aku menangi mudah
Dari loteri tajaan syarikat jamu?
Yang aku hiasi meriah
Dengan potret gadis idaman kalbu?

Mahukah kiranya kini, sesudah kau berubah
Kau menjamah masakan hidanganku?
Seorang yang tidak bersembahyang
Yang berdoa bila perlu?
Seorang yang sujud untuk menayang
Yang dia alim
Muslim bermutu?

Mahukah kiranya kini, sesudah kau berubah
Kau datang menziarahiku?
Sedang kau menasihat dan bermesyuarat
Biarlah aku hidang teh dan air jus
Sedang kau bersyarah dan bertazkirah
Biarlah aku tenung anak matamu
Dan aku khayal mengelamun
Dan aku berangan sampai ke Jepun
Kata-katamu
Tidak meninggalkan kesan
Ia berlalu
Dari telinga kiri ke kanan

Oh
Kawan lamaku, si karkun
Usaha murnimu yang tekun
Adakah
Kau menghargai sama
Pengalaman lama?
Mahukah
Kau menilai semula
Persahabatan kita?

Mahukah kiranya kini, sesudah kau berubah?

Temanku bilang : Lebih baik jadi mantan preman daripada jadi mantan ustadz !

source : Dunia sementara Akhirat selamanya

HUKUM SHOLAT MEMAKAI SAJADAH BERGAMBAR

sajadah

Berkenaan dengan masalah ini, ada hadits dari Ummul Mukminin Aisyah ra

عن عائسة رضي الله عنها قالت : قام رسول الله يصلى في خميصة , ذاة اعلام فلما قض صلاته قال : اذهبو بهذه الخميسة إلى ابى جهم بن حديفة واتون نآ نبجانية فاءنها اتهتنى أنفافى صلاة . اخرجه البخاري في صحيحه رقم 373 ومسلم فى صحيحه وقم 556 و النساء في المجة 72/2 و ابن ماجة في السنن رقم 355 ومالك فى الموطاء 1/91 مع تف ير الوالك ) وأبو عونة في المسند : 24/2 و البيهقى في السنن البري 433/4

Dari Aisyah ra ia berkata Rasulullah saw berdiri untuk sholat di kain yang ada ukirannya, tatkala selesai sholat beliau bersabda: Pergilah kalian dengan kain ini kepada Abi Jahm bin Hudzaifah dan datangkanlah kepadaku dengan kain tebal yang tidak ada ukirannya (anbijansyah), Maka sesungguhnya kain yang ada ukirannya itu telah menggagguku dalam sholat.

Syarkh hadits ini:

Abi Jahm adalah Ubaidullah (Amir) bin Hudzaifah al Qorsy al aduwi

Hanya saya Rasulullah menyuruh membawa al kHomishoh beliau karena ia yang telah menghadiahkan kepada Rasulullah. Sebagaimana hadits yang diwiyatkan oleh Malik dalam al muwatho’ dari riwayat yang lain dari Aisyah.

عن عائسة قالت : أهدي أبوجم بن خذيفة إلى وسول الله صلى الله عليه وسلم خميصة لها علم فشهد فيها الصلاة فلما انصرف قال : ردي هذه الخميصة إلى ابي جهم

الهتن : Maksudnya adalah: menyibukkanku

عن صلاة: Maksudnya adalah dari kesempurnaan dalam menghadirkan dalam sholat.

Berkata Ibnu Daqia

: فيه مبادرة رسول الله إلى مصلح الصلاة وتق ما لعله

يخدش فيها

Yaitu: Bersegeralah Rsulullah untuk memperbaiki sholat dan menghilangkan sesuatu yang dapat menodai dalah sholat (Fathul Bar’I juz 8 hal: 35-36)

Berkata As Shonany: Di dalam hadits (hadits Aisyah yang pertama) merupakan tanda atau dalil makruhnya sesuatu yang dapat mengganggu/ menyibukkan dalam sholat seperti lukisan dan selainnya dari sesuatu yang dapat menyibukkan hati. (Subulus Shalama 1/ 151)

Berkata Al Izzu bin Abdussalam: Makruh sholat diatas sajadah yang berukiran dan berkilau-kilau ….., karena sholat adalah harus tawadhlu dan tenang, Dan orang-orang yang sholat di masjid baik Makkah atau Madinah mereka sholat diatas tanah dan pasir karena tawadhu kepada Allah.

Kemudian perkataan beliau lagi: Maka yang lebih utama adalah mengikuti Rasululllah dalam kejelian dan kejelasan perkataan dan perbuatan beliau. Barang siapa yang taat kepadanya ia akan mendapat petunjuk dan dicintai Alah dan barang siapa yang keluar dari keta’atan dan mengikuti beliau, ia akan dijauhkan dari kebenaran dengan kadar seberapa jauhnya ia menjauh dirinya. (Fatawa Al Izzi Abdussalam: 68)

2. Dan hadits dari Anas ra

عن انس رضي الله عنه قال : كان قرام لعائسة تسترة به صانب بيتها فقال لها النب ى صلى الله عليه و سلم اميطي عنى , فاءنه لا تزل نصاويره تعر ض لى في صلاة (احرجه البخاري في صحيحه 374)

Dari Anas Radiyallahu anhu berkata: Aisyah memiliki sebuah tirai yang digunakan untuk menutupi samping rumahnya, maka Anbi saw bersabda kepadanya, jauhkanlah tirai itu dariku, maka sesungguhnya gambar-gambarnya mengganggu aku dalam sholat.

Hadits tersebut menunjukkan makruhnya sholat ditempat yang ada gambarnya, dan wajib menghilangkan apa saja yang mengganggu kekhusyukan orang sholat baik yang berupa gambar atau lainnya. Dan hadits tersebut juga menunjukkan tidak batalnya sholat, sebab adanya gambar, karena Nabi tidak menghentikan juga mengurangi sholatnya (Narlul author 2/ 153/ sabulussalam 1/ 151)

Berkata Ibnu taimiyah: dan pendapat para shahabat seluruhnya adalah makruh masuk gereja yang ada gambarnya dan sholat di dalamnya dan tiap tenpat yang ada gambarnya dan tiap tempat yang ada gambarnya dan ini benar dan tidak ada keraguan di dalamnya.

Al nahtiyarat Al Alamiyah 254

Al Marghinany Al Hanafy menyebtukan tentang sholat pada tempat yang ada gambarnya dari segi tempatnya: yang paling sangat kemakruhannya gambar berada di dapat orang yang sholat, kemudian diatas kepalanya, kemudian dikanannya, kemudian di kirinya dan kemudian dibelakangnya.

الهدية –695-مع شرح فتح القدير

Kesimpulan: Sholat dengan memakain sajadah atau yang lain yang terdapat ukirannya atau gambar-gambar, maka hukumnya makruh.


baca juga ini : peace for all !

source : Haji Miskin

Referensi : – Fathul bari

- Autho’ul musholin 65-69